Sabtu, 25 Februari 2012

Broccoli and Fresh Egg Salad Featuring Chicken Shiomay Soup for Our Weekend!


Today’s menus are especially different. Yup! Hari ini, 25 Februari 2012, saya bersama dua teman kos saya, Mba Lopinda dan Mba Renni masak menu yang berbeda dari menu biasanya. Yaaa, kami bertiga senang masak walaupun tidak terlalu sering melakukannya di kos. Awalnya sih iseng gara-gara kami bosan dengan rutinitas sehari-hari yang meras otak, waktu dan tenaga. Akhirnya kami putuskan untuk masak menu baru buat refresh, sekalian skill challenge gitu deh...  Hehe. 
Pertama, lihat-lihat dulu masakan apa yang sekiranya mudah dibuat, tidak terlalu ribet dan ekonomis. Berbagai macam menu menggugah selera yang ada di aplikasi Android “Masak Apa” pun kami jelajahi satu per satu. Akhirnya pilihan kami jatuh pada… Salad Brokoli dan Telur Segar. Yeeaay! Tapi kayaknya kurang sip kalo cuma masak satu menu, aaahh, masak Siomay Ayam Kuah jadi pilihan kedua sabtu ini. 
Let’s start! 
Untuk membuat kedua menu tersebut, gampang-gampang gampang kok… ^^
Kalo Reader tertarik untuk membuat kedua masakan tersebut saya kasih resepnya deh…
Chapter 1. Broccoli and Fresh Egg Salad
Bahan:
Untuk salad:
  1. 200 gr brokoli
  2. 1 buah wortel, potong sesuai selera
  3. 2 butir telur orak-arik setengah matang
Untuk saus (semua bahan diaduk rata):
  1. 2 sdm mayonnaise
  2. 2 sdm plain yogurt (boleh juga pakai flavored yogurt untuk memperkaya sensasi rasa salad)
  3. 1 sdm mustard
  4. 1 siung bawang putih cincang
  5. ½ sdm perasan lemon
  6. ½ sdt garam
  7. ½ sdt merica bubuk
Cara membuat:
  1. Rebus potongan brokoli dan wortel dalam air mendidih sampai setengah matang, sisihkan
  2. Sediakan mangkuk, taruh bahan salad dalam mangkuk, tuangkan saus, aduk rata
  3. Taburi potato chips diatasnya dan salad siap dihidangkan
Dan, inilah hasil karya kami…. 
Broccoli and Fresh Egg Salad

yang ini agak berlebihan mayonnaise nya memang... ^^

Chapter 2. Chicken Shiomay Soup

Bahan:
Untuk siomay:
  1. 200 gr ayam cincang
  2. 1 sdm tepung tapioka
  3. 1 sdm tepung terigu
  4. Garam secukupnya
  5. Merica secukupnya
  6. 100 gr udang cincang
  7. 1 buah wortel cincang
  8. 1 tangkai daun bawang cincang
  9. 6 lembar kulit pangsit
  10. 1 siung bawang merah goreng, dihaluskan
  11. 2 siung bawang merah, dihaluskan
Untuk kuah sup:
  1. 500 ml kaldu ayam
  2. Gula secukupnya
  3. Garam secukupnya
  4. Merica secukupnya
  5. 1 tangkai daun bawang
  6. 2 siung bawang putih, dihaluskan
  7. 1 siung bawang merah, dihaluskan
Cara membuat:
Siomay:
  1. Siapkan mangkuk, campur seluruh bahan isi siomay dan aduk rata
  2. Ambil lembar kulit pangsit dan isikan bahan siomay kemudian bentuk kulit siomay sesuai selera
  3. Kukus siomay selama ±15 menit
  4. Bila sudah matang, sisihkan
 Kuah:
  1. Panaskan minyak sayur dalam panci, tumis bawang sampai harum
  2. Tuangkan kaldu ayam dan didihkan
  3. Tambahkan garam, gula dan merica secukupnya
  4. Tambahkan pula irisan daun bawang
Siapkan siomay dalam mangkuk, tuangkan kuah siomay, beri taburan bawang goring dan siomay kuah ayam siap deh disajikan.
And, voila! Inilah siomay ayam kuah buatan kami…

Chicken Shiomay Soup
Improve pake jamur... hehe

Wuah, rasa lelah masak lenyap seketika setelah kami menikmati masakan kami. Saya yang sudah lama tidak masak dan rindu masakan rumah, terobati juga dengan memakan masakan kami yang rasanya minimalis-segar tanpa penyedap. Apalagi waktu itu hujan, makin mantap dan cocok lah dengan menu kami. Ditambah lagi makannya bareng teman, hmmm… jauh lebih nikmat.

So easy, isn’t it? Try it at home and let your family or your friends taste your cooking skill… ^^

Regard

I Change My Mind about Love

  
Awalnya saya bertanya-tanya, mengapa banyak orang yang menjadi bodoh karena cinta. Mengapa banyak orang yang rela mengorbankan harapan, mimpi dan cita-citanya hanya demi dapat bersama dengan orang lain yang mereka cintai? Walaupun orang lain tersebut bahkan bukan keluarga atau saudara-nya? Buat apa sih mereka berkorban sebesar itu untuk pasangan yang bahkan belum menjadi suami/istri mereka secara sah?

Namun, jawaban dari pertanyaan saya tersebut akhirnya saya dapatkan setelah saya menonton film Jepang berjudul “Taisetsu na Koto wa Subete Kimi ga Oshiete Kureta” (You Taught Me All The Unknown Things). Film tersebut bercerita tentang seorang guru laki-laki (Kashiwagi Shuji/Haruma Miura) yang bertunangan dengan rekan guru wanitanya (Uemura Natsumi/Toda Erika) di sekolah yang sama. Kedua guru tersebut adalah guru populer di sekolahnya. Yang satu tampan yang satu cantik, mereka dikagumi oleh seluruh siswa di sekolah tersebut. Menjelang hari pernikahan, ada banyak masalah menimpa pasangan tersebut hingga pernikahan mereka dibatalkan. Masalah kompleks yang melibatkan murid-murid, sekolah, guru dan bahkan karir keduanya sebagai guru.

Ada adegan dalam film tersebut yang membuat saya termenung, ketika Uemura Natsumi sedang memiliki masalah dengan Kashiwagi Shuji, Natsumi dilamar oleh pria lain, pria tersebut berkata:

Most people marry with many calculations, if there’s also love, even it’s just a little, you’ll be happier than a couple who has nothing but love.
When a couple has nothing but love, when their love fades, nothing will be left.

Natsumi yang hanya diam mendengar ucapan pria tersebut diam-diam kaget dan sebagian dari hati kecil Natsumi mungkin menyetujuinya. Saya sebagai penonton juga setuju dengan ucapan pria tersebut. Begitupun mungkin bagi mereka yang berpikiran logis atau lebih tepatnya emotionless about love. ^^

Namun setelah saya menonton episode selanjutnya, saya mengubah pendapat saya tentang cinta. 

Dalam episode selanjutnya, Uemura Natsumi bertemu dengan pria yang melamarnya. Dengan jawaban diplomatisnya, Uemura Natsumi menolak secara halus lamaran pria tersebut dan berkata:

You said, last time, if a couple has nothing but love, when the love fades, nothing will be left.
It’s true that things like a good environment and money are important, especially if you have a child. You need those things to be happy. I understand that in my heart.
But, I have somebody that I want to be with so badly. He lost everything. But after he lost everything he still had love. I might be silly, but I want to choose a life with nothing left but love.

I, whom emotionless about love, strict about love, and hating people that being a fool because of love, instantly change my mind about love after I heard that women answer.

Everyone have the right to choose. Everyone have their own future and path to pass. Some maybe prefer a life without love, and other maybe prefers a life with love. You can do nothing, even though you’re thinking they –who choose a life with love- might be silly, but they’re happy. They have their own way of loving someone else. As long as they think they’re happy.

So, I change my mind about love. Mereka yang belum memiliki ikatan pernikahan (wedlock) pun berhak mencintai pasangannya dengan cara mereka sendiri. Kemudian saya sadar, saya tidak seharusnya menganggap mereka sebagai orang yang bodoh karena cinta. Keputusan mereka untuk meninggalkan mimpi-mimpi tersebut bukan tanpa pertimbangan. Saya hargai cara mereka mengartikan kebahagiaan. Berkorban dan melepas banyak harapan serta mimpi hanya untuk dapat terus bersama dengan orang yang mereka cintai. 


Regard.



IKHLAS


A simple word, but…

The hardest thing to do.

The most difficult thing to do.

When I try to be ikhlas even though I don’t like it, my heart beats fast, my body shivers and my voice shakes. Sometimes my heart just doesn’t listen to me and say the other things.

I read many books about it, but no matter how hard I try I still don’t understand. 

Why is it so hard? Why I couldn’t do it? Why does my heart go against it?

I start to think that I’m not a good person.
 
Then, tears start to fall down.

Could you teach me how to become an ikhlas person?

Senin, 20 Februari 2012

Tukang Bakso, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa… ToT

Reader, berapa harga bakso termurah yang pernah Reader beli?

5.000? 6.000? 8.000? 10.000?

Hmph, saya dong pernah makan bakso seharga 2.500 perak saja. Bangga… hahaha.
Beneran loh, sewaktu saya jalan-jalan di daerah Gejayan bersama salah seorang teman kos saya, sebut saja Mba Reni (nama sebenarnya-red), saya diajak untuk mengunjungi tempat penjual bakso 2500. Saya pikir apa nama tokonya 2500? Apa jumlah pegawainya? Atau luas lahannya? Atau apanya gitu yang 2500. Tidak masuk akal bagi saya kalau ada bakso seharga 2500 rupiah.

Sepanjang perjalanan saya ragu akan:
1.    Kuantitasnya
2.    Kebersihannya
3.    Rasanya
4.    Kandungan dan bahan di dalam sang bakso (Racun? Formalin? Boraks?)
5.    Bahan utama si gundul (beneran daging sapi ga tuh?)
6.    Efek setelah memakan bakso

Sore itu, dengan perasaan diselimuti penuh rasa tanda tanya, Mba Reni tetap menarik gas motornya terus tanpa henti (kecuali ada lampu merah tentunya) melaju kencang membawa saya menuju jalan Magelang. Sesampainya di tempat yang dimaksud, Mba Reni turun dengan ekspresi bangga telah menemukan bakso termurah itu. Saya tidak kaget melihat tempat makannya hanyalah sebuah gerobak di trotoar dan untuk pengunjung yang mau makan on the spot hanya disediakan tikar sebagai alas duduk.

Yang membuat saya kaget ternganga dan menganga mengiang-ngiang adalah fakta-fakta mengenai si bakso murah tapi mencurigakan tersebut:
1.    Porsi baksonya yang waaaah, berlebihan deh kalo untuk ukuran bakso seharga 2500. Satu porsi bakso diisi dengan mie kuning, mie putih, sedikit sayuran, kuah dan bumbu-bumbu lain serta 20-25 butir bakso ukuran kelereng-bola bekel. Believe it or not.
2.    Rasanya lumayan enak loh, yaaa memang tidak bisa dibandingkan dengan bakso-bakso terkenal seperti bakso kepala sapi, bakso mataram atau bakso babar, tapi it’s okay banget kok rasanya. Saya tidak sampai mengeluarkan kata tidak enak selama memakannya.
3.    Memang si gundul itu tidak terbuat dari daging sapi asli, melainkan dari lemak sapi. Jadi ketika dimakan ada rasa lengket di lidah.
4.    Tidak terjadi apa-apa pada saya setelah beberapa hari memakan bakso murah itu, berarti bisa dibilang aman dong ya…
5.    HARGANYA BENERAN 2.500 PERAK DOAAANG……!!!! Saya tidak percaya dengan harga baksonya sampai pada akhirnya si tukang bakso menyebutkan harga ‘5.000 mbak’ untuk dua porsi bakso yang kami beli.

Antriannya gillllaaaaa banyaknya… yang beli dari berbagai macam kalangan, ada bapak penjual angkringan, pedagang asongan, pelajar sampai bapak-bapak pebisnis yang bawa mobil mewah. Wuiihh…

Tapi selain saya dibuat ternganga oleh fakta-fakta tersebut, saya menyimpan rasa kagum(?) pada si bapak penjual bakso. Balik modal pak baksonya cuma dijual segitu? Saya melihat tutup panci yang sudah usang, terlihat juga beberapa jahitan(?) tertoreh pada si tutup panci tersebut. Kemudian gerobak bakso yang tidak lagi kinclong, mangkok, tempat sambal dan gelas-gelas yang tidak lagi sedap dipandang mata. Waduh, saya langsung merasa bersalah entah kenapa, padahal ketemu bapaknya juga baru sekali itu doang… Rasanya saya pengen memperjuangkan hak-hak penjual bakso ke DPR (apa hubungannya?! emang hak penjual bakso apa aja????? @.@)

Setelah itu, saya jadi berpikir, ternyata bukan hanya guru yang tanpa tanda jasa, tapi tukang bakso juga.

~Namamu akan selalu hidup…~
Oops…
~baksomu akan selalu hidup… dalam sanubariku~
~engkau patriot pahlawan baksooooo… tanpa tanda jasa~
#Hymne Kemerdekaan Tukang Bakso
Hiks hiks… ceumungudh ea bapaq tukank baksooo… kami akan selalu mengenang baksomu…

Regard ^^